RAID
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
RAID, singkatan
dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data
komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi
kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi
(penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata "RAID"
juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive
Disks, Redundant Array of Independent Drives,
dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi
atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID
didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O
dari hard disk.
Sejak pertama
kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan
"RAID Level".
Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi
seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan
menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa
level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.
RAID
menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis
penyimpanan, dengan menggunakan perangkat
lunak atau perangkat
keras khusus. Solusi
perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk
secara sekaligus, dan sistem operasi tidak
perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu,
solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan
beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan
penyimpanan.
Konsep
Ada beberapa konsep kunci di dalam RAID: mirroring
(penyalinan data ke lebih dari satu buah hard disk), striping (pemecahan data ke beberapa hard disk)
dan juga koreksi
kesalahan, di mana redundansi data disimpan untuk mengizinkan
kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi (lebih umum
disebut sebagai teknik fault tolerance/toleransi kesalahan).
Level-level
RAID yang berbeda tersebut menggunakan salah satu atau beberapa teknik yang
disebutkan di atas, tergantung dari kebutuhan sistem. Tujuan utama penggunaan
RAID adalah untuk meningkatkan keandalan/reliabilitas yang sangat penting untuk
melindungi informasi yang sangat kritis untuk beberapa lahan bisnis, seperti
halnya basis data, atau bahkan meningkatkan kinerja,
yang sangat penting untuk beberapa pekerjaan, seperti halnya untuk menyajikan video on demand ke banyak penonton secara
sekaligus.
Konfigurasi
RAID yang berbeda-beda akan memiliki pengaruh yang berbeda pula pada keandalan
dan juga kinerja. Masalah yang mungkin terjadi saat menggunakan banyak disk
adalah salah satunya akan mengalami kesalahan, tapi dengan menggunakan teknik
pengecekan kesalahan, sistem komputer secara keseluruhan dibuat lebih andal
dengan melakukan reparasi terhadap kesalahan tersebut dan akhirnya
"selamat" dari kerusakan yang fatal.
Teknik mirroring
dapat meningkatkan proses pembacaan data mengingat sebuah sistem yang menggunakannya
mampu membaca data dari dua disk atau lebih, tapi saat untuk menulis kinerjanya
akan lebih buruk, karena memang data yang sama akan dituliskan pada beberapa
hard disk yang tergabung ke dalam larik tersebut. Teknik striping, bisa
meningkatkan performa, yang mengizinkan sekumpulan data dibaca dari beberapa hard
disk secara sekaligus pada satu waktu, akan tetapi bila satu hard disk
mengalami kegagalan, maka keseluruhan hard disk akan mengalami inkonsistensi.
Teknik pengecekan kesalahan juga pada umumnya akan menurunkan kinerja sistem,
karena data harus dibaca dari beberapa tempat dan juga harus dibandingkan
dengan checksum
yang ada. Maka, desain sistem RAID harus mempertimbangkan kebutuhan sistem
secara keseluruhan, sehingga perencanaan dan pengetahuan yang baik dari seorang
administrator jaringan sangatlah dibutuhkan. Larik-larik
RAID modern umumnya menyediakan fasilitas bagi para penggunanya
untuk memilih konfigurasi yang diinginkan dan tentunya sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa sistem
RAID dapat didesain untuk terus berjalan, meskipun terjadi kegagalan. Beberapa
hard disk yang mengalami kegagalan tersebut dapat diganti saat sistem menyala (hot-swap)
dan data dapat diperbaiki secara otomatis. Sistem lainnya mungkin mengharuskan shutdown
ketika data sedang diperbaiki. Karenanya, RAID sering digunakan dalam
sistem-sistem yang harus selalu on-line, yang selalu tersedia (highly
available), dengan waktu down-time
yang, sebisa mungkin, hanya beberapa saat saja.
Pada umumnya,
RAID diimplementasikan di dalam komputer server, tapi bisa juga digunakan di dalam workstation.
Penggunaan di dalam workstation umumnya digunakan dalam komputer yang digunakan untuk melakukan beberapa
pekerjaan seperti melakukan penyuntingan video/audio.
Sejarah
Pada tahun 1978,
Norman Ken Ouchi dari International Business Machines (IBM)
dianugerahi paten Amerika Serikat,
dengan nomor 4092732 dengan judul "System for recovering data stored
in failed memory unit." Klaim untuk paten ini menjelaskan mengenai
apa yang kemudian dikenal sebagai RAID 5 dengan penulisan stripe
secara penuh. Patennya pada tahun 1978 tersebut juga menyebutkan bahwa disk
mirroring atau duplexing (yang kini dikenal sebagai RAID 1) dan juga perlindungan dengan paritas
khusus yang didedikasikan (yang kini dikenal dengan RAID 4) bisa digunakan, meskipun saat itu belum
ada implementasinya.
Istilah
"RAID" pertama kali didefinisikan oleh David
A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley, Amerika
Serikat pada tahun 1987,
9 tahun berselang setelah paten yang dimiliki oleh Norman
Ken Ouchi. Mereka bertiga mempelajari tentang kemungkinan penggunaan
dua hard disk atau lebih agar terlihat sebagai sebuah perangat tunggal
oleh sistem yang menggunakannya, dan kemudian mereka mempublikasikannya ke
dalam bentuk sebuah paper berjudul "A Case for Redundant Arrays of
Inexpensive Disks (RAID)" pada bulan Juni
1988 pada saat
konferensi SIGMOD. Spesifikasi tersebut menyodorkan beberapa purwarupa RAID
level, atau kombinasi dari drive-drive tersebut. Setiap RAID level tersebut
secara teoritis memiliki kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing. Satu
tahun berselang, implementasi RAID pun mulai banyak muncul ke permukaan.
Sebagian besar implementasi tersebut memang secara substansial berbeda dengan
RAID level yang asli yang dibuat oleh Patterson dan kawan-kawan, tapi
implementasi tersebut menggunakan nomor yang sama dengan apa yang ditulis oleh
Patterson. Hal ini bisa jadi membingungkan, sebagai contoh salah satu
implementasi RAID 5 dapat berbeda dari implementasi RAID 5 yang lainnya. RAID 3 dan RAID 4 juga bisa
membingungkan dan sering dipertukarkan, meski pada dasarnya kedua jenis RAID
tersebut berbeda.
Patterson
menulis lima buah RAID level di dalam papernya, pada bagian 7 hingga 11, dengan
membagi ke dalam beberapa level, sebagai berikut:
- RAID level pertama: mirroring
- RAID level kedua : Koreksi kesalahan dengan menggunakan kode Humming
- RAID level ketiga : Pengecekan terhadap disk tunggal di dalam sebuah kelompok disk.
- RAID level keempat: Pembacaan dan penulisan secara independen
- RAID level kelima : Menyebarkan data dan paritas ke semua drive (tidak ada pengecekan terhadap disk tunggal)
Artikel bertopik perangkat keras ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya
|